Kamis, 07 Februari 2013

0

Cara merawat yang benar + Teknik Kalibrasi Baterai Laptop

Posted in

http://WeeklyYouthPay.com/?ref=200190

Ini posting saya buat berdasarkan referensi dari berbagai sumber dan pengalaman saya yang benar-benar saya sajikan.. Langsung aja kita mulai.
1.Jangan mematikan laptop dalam kondisi baterai < 40%
Dari artikel yang ana baca di situs ,apa ya namanya?, maaf lupa nama situsnyanya, hal ini menyebabkan kerusakan permanen pada baterai.

2.Jangan charge hingga kepenuhan saat laptop mati
Melakukan charge kepenuhan terbukti menyebabkan lama daya tahan baterai berkurang. Secara teknis emang ana tidak tahu tapi udah saya buktikan dan teman ana pun juga

membuktikan. Terutama kebiasaan mencharge laptop kemudian ditinggal tidur dan pagi2 setelah kita bangun led baterai laptop udah pertanda penuh.

3. Jangan lepas baterai ketika laptop dihidupkan (mode AC)
a. Mode AC tanpa baterai memungkinkan terjadi kerusakan pada motherboard akibat listrik tidak stabil / listrik mati mendadak, dan jika motherboard rusak sama aja dengan kerusakan pada laptop keseluruhan. Tapi memang menghemat baterai (tentunya awet , emang baterainya tidak dipakai..)
b.Mode AC dengan baterai memungkinkan terjadi penurunan kualitas baterai tapi sangat aman bagi kesehatan laptop jika terjadi listrik mati mendadak.
jadi saya sarankan agar tidak melepas baterai saat menggunakan laptop
PILIH MANA (MOTHERBOARD RUSAK ATAU BATERAI RUSAK)

4. Lepas baterai laptop jika laptop tidak digunakan dalam jangka waktu lama (> 24 jam)


5. Lakukan kalibrasi baterai setiap 30 kali charge (default)
Kalibrasi digunakan agar kalkulasi baterai tetap akurat.
Berikut caranya:
a. Charge laptop sampai penuh (100%) dan biarkan kabel charge tertancap selama 2 jam sembari digunakan laptop buat aktifitas
b. Aktifkan system hibernate
c. Setting agar system hibernate dijalakan otomatis jika baterai laptop udah habis (critical battery)
d. Gunakan laptop dengan aktifitas2 anda dan tunggu sampai baterai habis… bis… bis… dan system hibernate dilakukan
e. Selama hibernate, diamkan laptop selama +- 8 jam dengan kondisi baterai tetap tertancap
f. Setelah 8 jam, charge laptop selama sampai penuh namun laptop dalam kondisi masih hibernate (belum dihidupkan).

NB: Gunakan software battery care agar tidak perlu repot2 menghitung berapa kali kita men-charge baterai laptop. Karena software ini akan mencatatnya hingga looping ke berapa kita mencharge baterai laptop.
DOWNLOAD DISINI

TAMBAHAN
biar batere awet dan motherboard kaga rusak tapi laptop diaktifkan 24 nonstop cukup dangan satu pencegahan. yaitu membeli UPS (Unit Power Supply) fungsi UPS adalah untuk menstabilkan listrik (so gak ada masalah lg ka klo listrik naik turun atau bahkan sampe mati sekalian, soalnya UPS skrg sdh tahan 3 jam) nah kita make AC POWER MODE yaitu dengan mencabut batere laptop dan hanya menggunakan power AC yg diambil dari UPS...
gimana sobat? dengan modal 300 ribu bisa mengawetkan batere yg harganya 1,5 juta, motherboard 1 juta, prosesor 2 juta, harddisk 500 ribu, DVD-rw 700 ribu, ram 400 ribu klo ditotal maka penghematan yg dilakukan dapat mencapai 6,1juta...
Hayo pilih mana? ngeluarin 300ribu buat beli UPS atau 6,1juta buat beli laptop baru?Pertanyaan yang sering muncul:
Haruskah saya melepas baterai ketika menggunakan listrik langsung?
Banyak para pengguna laptop menanyakan hal ini dan kita akan menjawabnya sekarang:
Jawabannya YA dan TIDAK, tergantung dari situasi.
Ketika baterai penuh tapi masih menggunakan listrik langsung itu tidak berbahaya sama sekali, karena jika baterai mengisi sampai 100% baterai otomatis berhenti menerima arus listrik dan arus listrik akan langsung dialihkan ke satu daya laptop.
Bagaimanapun ada kerugiannya jika baterai tidak dilepas ketika menggunakan listrik langsung, tapi hanya berpengaruh terhadap panas yang tinggi diakibatkan komponen laptop.
Jadi:
- Dalam penggunaan normal, jika laptop tidak terlalu panas (CPU dan HDD sekitar 40ºC - 50ºC) biarkan baterai tetap pada soketnya;
- Dalam penggunaan tinggi yang mengakibatkan panas berlebihan (contoh bermain Game, suhu diatas 60ºC) baterai harus dilepas untuk mencegah panas yg sangat tinggi.
Panas, walaupun sudah terisi 100%, adalah musuh besar terhadap baterai lithium bukan arus listrik, pada kebanyakan kita pikir.

Sumber:
http://lughot.blogspot.com/2010/12/best-share-teknik-kalibrasi-baterai.html#ixzz2K7k9LByt

0 komentar:

terima kasih telah berkomentar